Selasa, 31 Mei 2011

Otak Cuma Butuh Seperlima Detik untuk Jatuh Cinta

eski banyak yang mengatakan cinta itu tumbuh di hati, proses sesungguhnya lebih banyak terjadi di otak. Lebih mencengangkan lagi, cinta pada.pandangan pertama benar-benar bisa terjadi karena otak memberikan respons sangat cepat.

Bukan hanya cepat karena terjadi dalam waktu 0,2 detik saja, hadirnya perasaan cinta juga melibatkan proses yang sangat kompleks. Sedikitnya ada 12 area di otak yang terlibat dalam pelepasan berbagai hormon cinta emosi seperti dopamin, oksitosin, adrenalin dan vasopresi.

Peran dari masing-masing bagian
otak berbeda tergantung bentuk rasa cinta yang dialami seseorang. Misalnya pada cinta tak bersyarat (unconditional love) seperti yang terjadi dialami seorang ibu terhadap anak-anaknya, otak tengah paling memegang peran.

Dominasi peran yang lebih kompleks terjadi justru pada cinta berahi (passionate love). Pada perasaan semacam ini, ada beberapa bagian otak yang cenderung lebih aktif di antaranya bagian sistem reward yang merupakan pusat kesenangan serta bagian kognitif untuk pencitraan tubuh.

Perasaan cinta juga ditandai dengan
kenaikan kadar Nerve Growth Factor
(NGF) dalam darah. Senyawa kimia
yang tercatat mengalami
peningkatan tajam saat seseorang
terpesona pada pasangannya ini
membuktikan bahwa fenomena
'cinta pada pandangan pertama'
memang benar-benar ada.

"Reaksi apapun yang terjadi di hati
sebenarnya berasal dari otak. Oleh
karena itu saya akan mengatakan
rasa cinta itu terbentuk di otak,
bukan di hati," ungkap Stephanie
Ortigue, profesor dari Syracuse
University di New York seperti
dikutip dari ScienceDaily, Senin
(26/10/2010).

Prof Ortigue meneliti reaksi otak saat
jatuh cinta dan mempublikasikan
hasilnya di Journal of Sexual Medicine
baru-baru ini. Ia berharap
temuannya bisa berguna dalam
mengatasi gangguan emosi dan
depresi pada orang-orang yang
jarang mengetahui bagaimana
rasanya jatuh cinta.

0 komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Design by kuswandi7 | Ciamis - Jawa barat | Indonesia