Senin, 20 Juni 2011

Ilmuwan Gunakan Tubuh Babi untuk Tumbuhkan Organ Manusia

Dengan
teknologi stem
cell, organ
manusia biasanya ditumbuhkan dengan menggunakan media buatan. Kini proses itu tak lagi dilakukan di laboratorium, sebab ilmuwan berhasil mengembangkan organ di dalam tubuh spesies lain yakni binatang.

Stem cell atau sel punca yang
digunakan merupakan sel pluripoten
yang diambil dari embrio. Pluripoten
merupakan sel punca yang dengan
teknologi tertentu tak hanya bisa
dikembangkan menjadi jaringan
tertentu, tetapi bisa menjadi sebuah
organ.

Biasanya, proses pengembangan
stem cell dilakukan di laboratorium
dalam lingkungan khusus yang
dikondisikan secara cermat. Untuk
menciptakan lingkungan itu, tentu
saja butuh biaya yang tidak sedikit
sehingga tidak bisa dimanfaatkan
oleh semua orang.

Untuk mengatasi kendala tersebut,
ilmuwan berhasil memanfaatkan
tubuh binatang sebagai media untuk
menumbuhkan organ dari stem cell
spesies lain. Dalam uji coba terbaru,
ilmuwan sukses menumbuhkan
pankreas tikus di dalam tubuh seekor
mencit.

Prof Hiromitsu Nakauchi, pakar stem
cell dari University of Tokyo
mengatakan dengan kesuksesan ini
maka peluang untuk menumbuhkan
organ manusia di tubuh binatang
makin terbuka lebar. Dilihat dari
kemiripan struktur Deoxyribo Nucleic
Acid (DNA), yang paling
memungkinkan adalah babi.

"Tujuan akhir dari penelitian ini
memang untuk menciptakan organ
manusia. Kami sukses
mengujikannya pada tikus dan
mencit, kini kami sangat percaya diri
untuk mencobanya pada manusia
dan babi," ungkap Prof Nakauchi
seperti dikutip dari Telegraph, Senin
(20/6/2011).

Prof Nakauchi mengatakan ada
beberapa keuntungan
mengembangkan organ dari stem
cell. Keuntungan yang pertama
terkait dengan kelangkaan donor
organ, sehingga banyak pasien gagal
ginjal dan sebagainya meninggal
karena tidak segera mendapatkan
transplantasi.

Keuntungan berikutnya menyangkut
reaksi penolakan tubuh terhadap
organ baru, yang selalu menjadi
masalah dalam beberapa kasus
transplantasi. Dengan
mengembangkan organ dari stem
cell-nya sendiri, kemungkinan
terjadinya penolakan oleh tubuh
diyakini jauh lebih kecil.

0 komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Design by kuswandi7 | Ciamis - Jawa barat | Indonesia